Langsung ke konten utama

Resolusi Menjadi Lebih Produktif di Tahun 2019


Selamat datang tahun 2019. Membuat resolusi di tahun ini tentu saja menjadi agenda sendiri bagi kamu untuk mempersiapkan apa saja yang bakal dilakukan. Tujuan dibentuknya resolusi adalah untuk memicu diri sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi yaitu dengan dimulai dari hal-hal kecil yang sederhana. Berikut revolusi di tahun 2019 yang bisa kamu terapkan di kehidupan sehari-hari.
1.     Gunakan waktu sebaik-baik nya
Waktu adalah uang. Begitulah bunyi sebuah moto yang sangat populer. Kenyataannya, waktu sangat berbeda dengan uang. Kamu tidak akan dapat menyimpan waktu lalu menggunakannya di kemudian hari. Sia-sia saja kan kalau kamu berupaya menyimpan waktu dengan cara tidak menggunakannya. Cara untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya kamu harus melawan kebiasaan menunda nunda pekerjaan mulai saat ini.

2.      Mulai menulis
Biasanya resolusi yang satu ini paling sulit dijalankan. Alasannya macam-macam, mulai dari tak punya bakat menulis, bingung apa yang harus ditulis sampai tak ada waktu luang. Cobalah tulis sesuatu yang paling mudah bagi kamu. Entah itu blog, puisi, cerpen, atau sekadar gagasan yang ada di benakmu. Tulislah dengan caramu sendiri.
3.       Tantang diri sendiri untuk lebih banyak membaca
Cobalah untuk membaca lebih banyak buku. Misalnya membaca satu buku baru setiap bulan. Membaca adalah aktivitas yang bisa membuatmu memiliki banyak pengetahuan dan memiliki banyak ide baru dengan pemikiran yang berbeda. Kalau kamu termasuk orang yang cukup rajin membaca buku, cobalah untuk membaca buku dari genre yang berbeda-beda untuk tahun ini.
4.      Mencari banyak relasi
Membangun relasi akan membangun akses, berpeluang untuk mendapatkan dukungan, membuka peluang mendapatkan informasi atau ilmu terkini, atau bisa juga dapat berkesempatan berpromosi tentang bisnis. Maka dari itu, meningkatkan relasi dapat dimasukkan ke dalam daftar resolusi di tahun baru ini.


 


 

Most Views

Kenapa bikin blog?

Banyak hal kenapa gue akhir nya bikin blog? sebenernya gue nge blog udah lama, sekitar awal masuk SMP. Nah, tapi karena isi blog random dan cuma isi curhatan kegelisahan gue, jadi gue putusin buat off aja sampe sekitar kals 11 SMA. Alhasil, gue pindah alihan nih. pertama masuk kuliah, gue udah mulai suka nulis lagi,sampe-sampe gue ikut lomba nulis segala. Untuk merehatkan pikiran gue putuskan untuk nulis di Wix. Nah, itu dia Wix itu beart banget, so gue pindah haulan nge blog lagi. Tapi gue janji bakal nge re-post tulisan gue di wix. Karena menurut gue itu tulisan penting banget. Btw sekarang gue curcol. Selamat menikmati :)

Serius belajar

Entah kenapa setiap kali mau beranjak ke jalan lurus pasti banyak banget godaan nya. Jadi gini guys, gue mau menceritakan sesuatu yang agak random dikit. Jadi fakultas gue ngadakan event lomba setiap tahun nya, kita panggil saja dekan cup meski tahun lalu si doi memberi nama trofeo of dekan. Nah, karena gue tipe orang gampang bosen. Jadi gue memutuskan untuk ikutan lomba tersebut. Niatannya, biar ada sesuatu yang baru. Alhasil, gue ikut lomba baca puisi dan speech . Karena ada keterlambatan informasi dari panitia, akhir nya pas hari-H gue gak jadi ikutan lomba speech tuh. Karena gue belum siap apapun (dibanding kagok di depan). Setelah itu, gue bertekad untuk belajar baca puisi dengan maksimal. Sebagai catatan, untuk tidak menunggu-nunggu informasi. Akhirnya gue minta naskah puisis ke panitia (yg saat itu belom di sebar). Karena gue gak suka nunggu terlalu lama. Nanti takut nya seperti lomba speech _" *** Hari-H lomba baca puisi telah terlewati, dan ...

Condole

Berita akhir-akhir ini membuat aku banyak berpikir tentang kehidupan, salah satu nya jatuh nya pesawat Lion Air JT 610. Betapa kehilangan, perasaan sedih yg di rasakan keluarga korban. Semoga amal ibadah mereka di terima oleh Tuhan. Yang jadi bahan "over thinking" ku untuk sekarang, gk ada yg paham betul gimana kita bakal "gk ada lagi di dunia ini". Karena keterbatasan kemampuan manusia, Tuhan menciptakan amal untuk dikumpulkan sebagai teman setia saat org itu sudah bener-bener "sendiri". Keterbatasan itu menunutun kita untuk lebih dekat lagi kepada Allah, karena Dia pemilik segala. Ada beberapa hal yg sangat buat gue jadi over thinking, dalam keadaan darurat seperti di dalam pesawat, kalau hitungan pikiran manusia, amal apa lagi yg bisa kita perbuat dalam keadaan mendesak seperti itu. Bener-bener nyawa ada di depan mata. Gue yakin, setiap orang menginginkan kematian dengan damai, dan dapat disambut oleh keluarga untuk terakhir kalinya. Apa daya kalau ...