Entah kenapa setiap kali mau beranjak ke jalan lurus pasti banyak banget godaan nya.
Jadi gini guys, gue mau menceritakan sesuatu yang agak random dikit.
Jadi fakultas gue ngadakan event lomba setiap tahun nya, kita panggil saja dekan cup meski tahun lalu si doi memberi nama trofeo of dekan.
Nah, karena gue tipe orang gampang bosen. Jadi gue memutuskan untuk ikutan lomba tersebut. Niatannya, biar ada sesuatu yang baru. Alhasil, gue ikut lomba baca puisi dan speech.
Karena ada keterlambatan informasi dari panitia, akhir nya pas hari-H gue gak jadi ikutan lomba speech tuh. Karena gue belum siap apapun (dibanding kagok di depan).
Setelah itu, gue bertekad untuk belajar baca puisi dengan maksimal.
Sebagai catatan, untuk tidak menunggu-nunggu informasi. Akhirnya gue minta naskah puisis ke panitia (yg saat itu belom di sebar). Karena gue gak suka nunggu terlalu lama. Nanti takut nya seperti lomba speech _"
***
Hari-H lomba baca puisi telah terlewati, dan tunggu pengumuman.
Saat, pengumuman gue bersyukur banget, karena gue salah satu juara nya.
Dan yang mau gue observasi adalah temen-temen yang katanya deket sama gue, apa dia ikut bahagia?
Bodo amat ya, gue mikirin doi suka atau enggak sama gue, cuma aja gue mau observasi.
Ternyata pemirsa, penjilat tuh dimana-mana.
Mereka lebih suka seperti gue yang gak punya skill apapun, ternyata mereka bangga, alias, mungkin mereka iri.
Dari kejadian ini gue mengambil kesimpulan.
Bahwa gue HARUS BANGET RAJIN BELAJAR, gak peduli orang suka atau enggak sama gue.
Toh mereka juga gak bakal ada saat gue di bawah, malah mereka merasa berhasil bisa menjatuhkan teman.
Kalau kenapa gue sekarang lagi menjauh dari temen2 yang notabene nya "sok sosialite"? Karena gue gak mau terjerumus hal-hal yang tidak baik.
Membenci orang tanpa sebab, menghibahkan orang, dan merasa doi yang paling keren.
Intinya gue mau belajar keras, gak peduli usikan orang lain. Toh gue harus membanggakan orang tua nan jauh disana.
Ya begitulah, cerita dari gue
Semoga bermanfaat
Akhir kata
Wassalam